- Safari Ramadhan MWCNU Tungkal Ulu di Desa Tanjung Tayas Perkuat Silaturahmi dan Keimanan
- Bagikan takjil gratis
- GP-Ansor Tungkal ulu ikut bergabung penggalangan donasi untuk korban bencana yg melanda Aceh, Sumatra utara & Sumatra Barat
- Ranting NU Desa Taman Raja Gelar Lailatul Ijtima & Pelantikan Pengurus Sekecamatan Tungkal Ulu.
- Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PW-NU) Provinsi Jambi mengadakan Halal Bihalal, bertempat di auditorium rumah dinas Gubernur Jambi
- Badan Otonom Nahdhatul Ulama Muslimat Fatayat dan Ansor Banser Tungkal Ulu Isi Kegiatan Ramadhan Bagikan Takjil Gratis di Desa Gemuruh
- Safari Ramadhan, GP Ansor Tungkal Ulu Isi Pelaksanaan Tarawih di Masjid Al – Mubarok Desa Gemuruh
- Lembaga Falakiyah PBNU dan BMKG Rilis Data Hilal
- Pengajian Rutinan Majelis DAARUS SHOLAWAT TAQARRUB ILALLAH dan MWC NU TUNGKAL ULU Jaga Tradisi NU.
- MWC NU Tungkal Ulu Gelar Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1446 H, Hadirkan Al Habib Muchsin Bin Hasan
Banyak Gereja yang Tampung Pengungsi Muslim Palestina

GAZA - Agresi Israel di Gaza meninggalkan duka mendalam bagi warga Palestina. Tidak hanya kehilangan nyawa, warga Palestina yang selamat harus tega melihat rumah mereka porak poranda dihancurkan Israel.
Penduduk Palestina pun saat ini tinggal di tempat-tempat penampungan sementara. Salah satu tempat penampungan yang ada di Gaza adalah sebuah gereja Orthodoks Yunani, Santo Porphyrius.
Gereja ini menampung hampir 1.000 pengungsi Palestina yang mayoritas bergama Islam. Tidak hanya menyediakan tempat tinggal, Gereja Santo Porphyrius turut memberikan makanan, minuman, selimut, tempat duduk, mainan dan bahkan halaman belakang yang biasa digunakan bocah Palestina bermain sepak bola.
"Kami membuka gereja untuk menolong warga, ini sudah menjadi tugas gereja dan kami akan membantu mereka sekuat tenaga," sebut salah satu pengurus gereja, Archbishop Alexios, seperti dikutip dari Arab News, Rabu (23/7/2014).
"Awalnya ada 600 warga dan sekarang sudah ribuan, kebanyakan dari mereka adalah peremupuan, anak-anak dan orang tua yang kondisinya lemah," tambah dia.
Gereja Santo Porphyrius memang bukan tempat yang paling aman bagi pengungsi Palestina. Pasalnya, tidak lama setelah para pengungsi berdatangan, roket dari Israel menerjang daerah dekat gereja tersebut.
Namun hal ini dapat menjadi bukti bagaimana agresi Israel tidak meruntuhkan semangat warga Palestina untuk tetap bersatu dan saling membantu tanpa memandang ras, etnis atau agama.
Sekedar informasi, warga Kristen Palestina merupakan penduduk minoritas. Jumlah mereka hanya sekitar 1.400 jiwa.










