- MWC NU Tungkal Ulu Sukses Gelar Lailatul Ijtima dan Haul Syekh Abdul Qadir Jailani di Desa Brasau
- Kawal Khidmat Lailatul Ijtima dan Haul Syekh Abdul Qodir Jailani PAC GP Ansor Tungkal Ulu Terjunkan Personel Pengamanan
- Perkuat Silaturahmi dan Ngalap Berkah, PAC GP Ansor Tungkal Ulu Gelar Ziarah ke Makam Tuan Guru Sapat
- MWC NU Tungkal Ulu undang Sahabat Ansor Banser Hadiri Lailatul Ijtima
- Khutbah Jumat: Berpegang Teguh pada Akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah, Akidah Mayoritas Umat
- Muktamar Ke-35 NU Akan Digelar di Pesantren Tambakberas Jombang, 27-31 Agustus 2026
- PD-PKPNU II PCNU Tanjung Jabung Barat Di Ponpes Soleh Al-Mubarok
- Tarwiyah untuk Hari Kedelapan Dzulhijjah Dan 3 Peristiwa yang Melatari Penamaannya
- Safari Ramadhan MWCNU Tungkal Ulu di Desa Tanjung Tayas Perkuat Silaturahmi dan Keimanan
- GP-Ansor Tungkal ulu ikut bergabung penggalangan donasi untuk korban bencana yg melanda Aceh, Sumatra utara & Sumatra Barat
Fatima Nabil, Presenter TV Berjilbab Pertama di Mesir

Keterangan Gambar : Fatima Nabil
Kairo - Fatima Nabil mencatat sejarah. Ia menjadi presenter pertama yang berjilbab yang muncul di televisi milik pemerintah Mesir. Dalam balutan jilbab berwarna krem, dan jas hitam Fatima membacakan buletin berita siang, Minggu 2 September 2012.
"Akhirnya revolusi juga terjadi di televisi milik pemerintah," kata Nabil. Ia berharap kemunculannya ini diikuti tak hanya presenter berita tapi juga presenter cuaca dan lainnya.
"Saat ini, standar bukan tergantung pada jilbab, yang sebenarnya merupakan pilihan pribadi setiap perempuan. Tapi lebih pada profesionalitas dan intelektual," ujarnya.
Baca Lainnya :
Sejak televisi pemerintah ini berdiri tahun 1960, dibawah rejim Presiden Hosni Mubarok, perempuan yang mengenakan jilbab dilarang menjadi presenter. Aturan ini sempat ditentang sejumlah aktivis hak asasi dan kelompok liberal, namun kandas.
Pemerintah baru yang dipimpin Presiden Mohammed Mursi, mencabut aturan ini. Menteri Informasi Baru Saleh Abdel-Makshoud mengatakan sudah banyak perempuan berjilbab yang muncul sebagai presenter di channel-channel televisi Arab dan internasional. Jadi perubahan ini tak menjadi masalah apalagi saat ini hampir 70% perempuan Mesir mengenakan jilbab.
Petinggi stasiun televisi tersebut mengatakan munculnya Nabila bisa membangkitkan semangat perempuan lain yang ingin tetap mempertahankan jilbab mereka tanpa harus takut kehilangan pekerjaan. (Sumber: Tempo.co)











